• RDM KABUPATEN DONGGALA
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

PETUNJUK TEKNIS PENERBITAN NISM JENJANG RA, MI, MTS, DAN MA

Bagi Operator EMIS, info ini mungkin sudah dianggap jadul, tetapi karena masih banyak yang mempertanyakan dan menggalaukan, (akibat juklak/juknis yang kurang jelas, atau kurang memahami makna kalimat dari bahasa petunjuk itu), ada baiknya disimak sejenak tentang cara penulisan Nomor Induk Siswa Lokal RA/Madrasah yang benar pada EMIS, mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan kepada rekan-rekan operator madrasah, khususnya yang menangani pendataan EMIS. Coba baca kembali petunjuk yang ada pada SK Dirjen Pendis Nomor 363 Tahun 2017 tentang Panduan Penerbitan Nomor Induk Siswa Madrasah Jenjang RA, MI, MTs, dan MA.

 

“Isikan dengan 18 digit Nomor Induk Siswa Lokal (NIS Lokal) siswa yang bersangkutan. NIS Lokal terdiri dari 12 digit NSM + 2 digit tahun masuk + 4 digit nomor urut siswa.”

  1. Jika kita perhatikan petunjuk di atas, maka : Kalimat: “Nomor Induk Siswa Lokal (NIS Lokal) siswa yang bersangkutan” artinya adalah bahwa yang dikehendaki dari bahasa itu adalah bukan merubah penomoran induk tetapi hanya ada penambahan bebebrapa angka sebelum Nomor Induk Siswa Lokal Madrasah/RA yang sudah ada di lembaga tersebut, (yaitu nomor Induk yang ada di BUKU INDUK SISWA).
  2. Kalimat: “NIS LOKAL terdiri dari 12 digit NSM + 2 digit tahun masuk + 4 digit nomor urut siswa.” ini maknanya adalah nomor induk siswa yang sudah ada di madrasah ditambah bebebrapa nomor sebelumnya, yaitu 12 digit NSM ditambah 2 digit tahun masuk dan ditambah 4 digit nomor urut siswa yang ada di Buku Induk, selama digit pada buku induk tidak lebih dari 4 digit. (supaya 4 digit tersebut tidak overlap, ada baiknya penomoran pada buku induk direset menjadi 0001, pada tiap Tahun) 

sebagai ilustrasi :

  • Penomoran NIS Lokal di EMIS adalah tidak lebih dari 18 digit dan terdiri dari NSM = 12 digit, Tahun Masuk Siswa = 2 digit, Nomor urut siswa berdasarkan buku induk sesuai tahun masuk siswa = 4 digit, contoh : 11123502xxxx240001 dan 11123502xxxx250001 artinya tahun masuk siswa 2024 dan 2025 dimulai dari angka 0001.
  • Contoh pengisian : NSM Lembaga MTs adalah 121172030001. Jika tahun masuk salah seorang siswa adalah tahun pelajaran 2024/2025, maka 2 digit yang diambil adalah 24. Pada tahun pelajaran 2024/2025 menerima siswa baru (saat PPDB) sebanyak 100, maka pengisian NIS Lokal siswa tersebut adalah 121172030001240001 s.d 121172030001240100
  • Misalnya ada siswa mutasi masuk kelas 8 pada Tahun Pelajaran 2024/2025 bernama HUMAYRA bulan November 2024 dan ABDUL CHAIR bulan januari 2025, maka nomor urut siswa HUMAYRA tersebut adalah meneruskan dari nomor urut siswa terakhir kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025, maka NIS HUMAYRA adalah 121172030001240101, serta untuk ABDUL CHAIR 121172030001250001 dengan catatan saat PPDB Tahun Pelajaran 2025/2026 siswa pertama dimulai dari 0002 yakni 121172030001250002 dst.

Dengan demikian sangat jelas, cara penomoran Induk Siswa Lokal sesuai dengan petunjuk yang dikehendaki oleh EMIS yang diperkuat oleh SK Dirjen Pendis tentang penertiban NISM. Cara pemberian Nomor Induk Siswa Lokal, tidak perlu bingung lagi, dengan istilah Nomor Induk atau NIS (Nomor Induk Siswa) atau NISL (Nomor Induk Siswa Lokal) atau NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah) semua itu bermakna sama, karena Nomor Induk dikonversi menjadi NISL yang di inputkan ke EMIS,, EMIS disinkronkan ke BIO,, BIO disinkronkan ke ANBK TKA dan RDM.

Terima Kasih.

Tulisan Lainnya
Cara Menulis Deskripsi Nilai Kokurikuler di RDM: Panduan Praktis untuk Guru Madrasah

Banyak guru masih bingung saat harus menulis deskripsi nilai kokurikuler di Rapor Digital Madrasah (RDM). Bagian ini terlihat sederhana, tapi perlu ketelitian karena deskripsi aka

25/12/2025 02:26 - Oleh Administrator - Dilihat 127 kali
Pendataan Pesert UM 2026

15/01/2023 21:23 - Oleh Administrator - Dilihat 33 kali